SEMINAR EDUKASI PATAHAN LEMBANG BASARNAS SIAP BERI PERTOLONGAN

Cimahi --- Gempa besar dan patahan Lembang bisa menjadi “bom waktu” yang harus diantisipasi oleh semua pihak di daerah Bandung dan sekitarnya. Masyarakat pun diminta untuk memanfaatkan Emergency Call Center Basarnas 115 untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan informasi terkait bencana yang terjadi di daerahnya.

Hal itulah yang disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Muda TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M. pada Seminar Edukasi Patahan Lembang di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Jalan Terusan Jenderal Sudirman Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (24/5/2017).
"Kalau masyarakat menginginkan informasi soal potensi bencana Patahan Lembang atau ada informasi yang ingin disampaikan, cukup pencet nomor 115 dan akan langsung terkoneksi dengan Basarnas Command Center (BCC) pusat yang bisa membantu masyarakat 24 jam," ujar Kabasarnas.
Berkaitan dengan patahan Lembang dan potensi bencananya, lanjut Kabasarnas, Basarnas bertugas melakukan evakuasi dan pertolongan korban bencana.
"Basarnas, dalam kaitannya dengan ancaman patahan Lembang, sesuai dengan Undang-Undang nomor 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, bertugas melakukan pencarian dan pertolongan, namun hal tersebut baru dapat dilakukan setelah terjadi bencana," ujar Kabasarnas.
Menurutnya, upaya tersebut juga harus melalui koordinasi dan kerjasama denganBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah masing-masing.
"Sebetulnya tugas itu tidak hanya untuk bencana patahan lembang saja, tapi untuk semua potensi bencana yang ada. Sehingga hal yang tidak diinginkan bisa dihindari dan tidak semakin parah," tambahnya.

Terkait potensi bencana dari patahan Lembang, Basarnas sudah mempersiapkan semua hal seperti peralatan yang memadai dan personel yang sudah terlatih.
"Bentuk persiapannya, peralatan kami sudah disiapkan disini, apabila terjadi banjir misalnya, kami siap perahu karet, kalau untuk longsor kami juga sudah punya spider escavator, dan terpenting adalah personel yang profesional dan terlatih," lanjutnya.
Mengenai ketersediaan personel di wilayah Bandung, Kantor SAR Bandung sudah memiliki 79 personel rescuer terlatih untuk menangani bencana, evakuasi korban, dan tugas kebencanaan lainnya. Namun demikian, jumlah tersebut masih memungkinkan untuk mengalami penambahan. (ebw)
INFORMASI PUBLIK
PEJABAT