Basarnas Dukung Katakan Tidak Pada Narkoba

JAKARTA - Kamis (27/4/2017) bertempat di Lantai 12 Gedung Serba Guna Basarnas, seluruh pegawai dan pejabat yang berada di lingkungan Kantor Pusat Badan SAR Nasional tanpa terkecuali hadir dan mengikuti sosialisasi dan penyuluhan terkait bahaya dan dampak buruk narkoba. Penyuluhan ini diselenggarakan sebagai salah satu cara untuk membentengi diri dari narkoba.
Tidak dapat dipungkiri penyebaran narkoba saat ini sudah sangat meluas. Bentuknya pun beraneka macam, tidak hanya dalam bentuk pil ataupun serbuk. Narkoba saat ini ada dalam bentuk permen yang sangat disukai anak-anak. Pengetahuan tentang narkoba tidak hanya berguna untuk diri sendiri, namun juga berguna untuk orang banyak. Semakin banyak orang yang mengetahui bahaya dan dampak buruk narkoba, maka diharapkan dapat meminimalisir peredaran serta penggunaan narkoba di Indonesia.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda M. Syaugi, S.Sos., M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa penyuluhan ini dapat menyentil seluruh pegawai dan pejabat Basarnas baik yang berada di Kantor Pusat maupun Kantor SAR untuk lebih memahami bahaya dan jenis-jenis narkoba. Hadir sebagai narasumber dari Badan Narkotika Nasion (BNN) Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM.

Dalam penyuluhan ini, pembawa materi menerangkan hakikat Narkoba, mulai dari jenis-jenisnya, maupun efek yang ditimbulkan pada para pemakai. Bagi pecandu akan mengalami gangguan jiwa dan kehilangan akal sehat, jika sudah ketergantungan Narkoba bisa dipastikan masa depan yang bersangkutan akan hancur.
Brigjen Pol Victor Pudjiadi menegaskan, jika peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat membahayakan dengan menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya. “Jenisnya pun kini bertambah dan bermacam-macam,” ujarnya.
Lebih lanjut Brigjen Pol Victor Pudjiadi mengatakan penggunaan narkoba disebabkan karena ingin mencoba sesuatu yang baru, gaya hidup (lifestyle) dan adanya tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan.

Brigjen Pol Victor Pudjiadi menambahkan, deteksi dini terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkat laku, lingkungan pergaulan, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim serta adanya penurunan kondisi kesehatan secara fisik dan psikis.

Namun ia mengaku, BNN saja tidak cukup untuk memerangi dan memberangas peredaran narkoba. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti Basarnas untuk membantu BNN mewujudkan hal tersebut. Upaya tersebut tentunya akan lebih maksimal jika para penentu kebijakan yang memegang wewenang pimpinan mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberantas dan menyelamatkan anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan narkoba, seluruh pegawai, pejabat maupun Kepala Badan SAR Nasional melakukan test urine. Hal ini untuk membuktikan bahwa Basarnas bebas dari narkoba.

INFORMASI PUBLIK
PEJABAT