MEKANISME PENUNJUKKAN SMC


1.

Kepala Kantor SAR melaporkan musibah penerbangan, pelayaran, dan bencana kepada Kepala Badan untuk proses penunjukan SAR Mission Coordinator (SMC). Dalam proses penunjukkan SMC tersebut dilengkapi data sebagai berikut:

 

a.

jenis musibah atau bencana;

 

b.

lokasi musibah atau becana;

 

c.

waktu musibah atau bencana;

 

d.

kronologi terjadinya musibah atau bencana;

 

e.

kesiapan SRU (tim SAR);

 

f.

Person On Board;

 

g.

tindakan yang sudah dilakukan.

2.

Pengusulan penunjukan SMC dilengkapi dengan data-data personal yang ditunjuk sebagai  SMC yaitu :

 

a.

nama

 

b.

jabatan

 

c.

pangkat/golongan

 

d.

NIP/NRP

 

e.

instansi

3.

Selanjutnya Kepala Basarnas segera mengirimkan berita persetujuan melalui sarana jaringan telekomunikasi yang terdapat di Kantor SAR dan juga Keputusan Kepala Basarnas mengenai penetapan SMC yang bersangkutan. Selama proses persetujuan Kepala Basarnas tersebut, SMC yang telah diusulkan dapat segera melaksanakan operasi SAR sesuai dengan prosedur operasi SAR terhadap musibah tersebut

4.

Penanganan musibah pelayaran dan/ atau penerbangan atau bencana atau musibah lainnya yang terjadi di wilayah yang berbatasan dengan wilayah negara lain dapat dilakukan berdasarkan perjanjian kerjasama bilateral atau multilateral yang dituangkan dalam SAR Border Manual. Dalam operasi SAR bersama/ di daerah perbatasan, Pengendalian SRU di daerah operasi dikendalikan oleh seorang SMC, sedangkan pengendalian SRU dari pangkalan menuju daerah operasi oleh 2 (dua) orang SMC dari dua negara yang saling berkoordinasi.