Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Basarnas Selenggarakan Latihan Gelar Komunikasi Tahun 2019 


YOGYAKARTA – Keberhasilan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan tidak terlepas dari berbagai komponen, salah satunya adalah komunikasi. Memiliki peranan penting dalam pengelolaan informasi data yang diperlukan, komponen komunikasi ini harus selalu berada dalam kondisi siap siaga baik personil maupun peralataannya. Guna meningkatkan kemampuan personil dalam menggunakan dan mengendalikan peralatan yang digunakan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyelenggarakan kegiatan Latihan Gelar Komunikasi.

Bertempat di Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta, kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai 13 – 15 November 2019. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta Lalu Wahyu Efendi, S.Sos mewakili Direktur Sistem Komunikasi Brigjend TNI (Mar) Bambang Suryo Aji membuka Gelar Latihan Komunikasi 2019.

Lalu Wahyudi dalam membacakan sambutan Direktur Komunikasi menyampaikan bahwa dengan adanya komunikasi yang baik dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, maka lalu lintas informasi dan koordinasi akan berjalan lancar serta memberikan hasil maksimal.

Pengadaan peralatan yang canggih dan terbaru sekalipun, sambung lalu tidak akan optimal jika tidak diimbangi oleh kualitas Sumber Daya Manusia yang memadai. Untuk itu latihan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan personil maupun peralatan komunikasi yang dimiliki Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta.

"Kegiatan ini diselenggarakan agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana, dukungan komunikasi dapat cepat digelar sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan optimal,” jelas Lalu.

Hari pertama, para peserta yang merupakan personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta mendapatkan materi terkait peralatan komunikasi manpack Direct Finder (DF).

Seperti yang diketahui bahwa Gunung Merapi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu yang paling aktif. Letusan terakhir Gunung Merapi pada 2010 lalu menelan banyak korban jiwa termasuk juru kunci Mbah Maridjan yang saat itu menolak dievakuasi. Basarnas sebagai perpanjangan tangan pemerintah bertanggung jawab untuk melaksanan operasi pencarian dan pertolongan maupun mengevakuasi masyarakat sekitar jika sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi Gunung Merapi.

Berdasarkan hal tersebut, pada latihan kali ini juga akan dilaksanakan simulasi terjadinya erupsi Gunung Merapi. Para peserta nantinya mendapatkan pembekalan bagaimana cara mencari sinyal Personal Locator Beacon (PLB) salah satu wisatawan dengan menggunakan manpack DF. (Riz)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : Recylia
13 November 16:40 WIB