Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Didi Hamzar : SAREX Indopura Menjadi Standar Penetapan Operasi SAR Kedua Negara


Jakarta – Rapat Koordinasi gelar persiapan Sarex Indopura XXXVIII Tahun 2020 antara Tim Search and Rescue (SAR) Indonesia dan Singapura dilakukan secara virtual ,Selasa (28/07/2020). Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Didi Hamzar S.Sos,M.M Selaku ketua delegasi dari Indonesia membuka rapat koordinasi ini di lantai 11 Gedung Basarnas. Bertindak sebagai ketua delegasi Singapura yaitu Direktur of Air Traffic Service Divosion CAAS Mr. Vincent Hwa. Rapat Koordinasi ini juga melibatkan potensi SAR seperti TNI AD, TNI AU, TNI AL, Perum LPPNPI dan Kemenlu. 

Tujuan dari Sarex Indopura 2020 adalah latihan SAR yang berkelanjutan dan meningkatkan kerjasama antara Indonesia (Basarnas) dan otoritas SAR Singapura. Meskipun jumlah penerbangan tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya akibat dampak covid-19. Namun, kemungkinan kecelakaan masih ada. Basarnas diharapkan bisa bertindak lebih cepat dan efektif dalam situasi apa pun untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Rapat koordinasi bersama ke-38 latihan pencarian dan pertolongan (SAR) Indonesia-Singapura adalah rapat awal untuk mendiskusikan tentang latihan yang akan diadakan di wilayah informasi penerbangan Jakarta dan Singapura pada bulan Oktober 2020 di Pangkalpinang. Basarnas akan sepenuhnya mendukung dalam pelatihan SAR ini, dengan latihan ini diharapkan dapat memberikan pelatihan berkelanjutan untuk personil dari organisasi SAR kedua negara. Latihan ini juga untuk menguji fasilitas komunikasi dan prosedur antara kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang (RSC), Basarnas Command Center (BCC) dan Rescue Command Center (RCC) Singapura.

Dalam Sambutannya Didi Hamzar mengatakan “Melalui program pelatihan SAR ini, kita akan berlatih tentang cara melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sesuai standar. Dan juga belajar cara membuat perencanaan operasi SAR bersama dengan negara tetangga (Singapura), lalu koordinasi antara dua SMC guna melaksanakan operasi SAR”. 

“Kami berharap hasil pertemuan pelatihan SAR ini menjadi standar penetapan operasi SAR antara Indonesia dan Singapura”, pungkasnya.(yun)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Recylia
28 July 14:10 WIB