Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Erupsi Gunung Agung Jadi Skenario Uji Pelaksanaan Pencarian dan Pertolongan


JIMBARAN --- Berbarengan dengan hari pertama pengerahan personil dan Alut dalam siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru, Basarnas juga melakukan uji pelaksanaan pencarian dan pertolongan di Denpasar, Rabu (18/12/2019). Kegiatan yang sudah dimulai dari pukul 09.00 Wita langsung mendapatkan pengawasan dan penilaian dari Basarnas Pusat.

Laporan awal diumumkan melalu pengeras suara dari ruang komunikasi Kantor Basarnas Bali, bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung hingga merubah setatusnya pada Siaga, Level III. Laporan tersebut segera direspon dengan mengerahkan 10 personil dengan membawa 2 unit truk angkut personil guna lakukan evakuasi. Sementara tim ke dua disiapkan untuk membangun Posko SAR dengan 15 orang personil.

"Dalam uji ini dibuat seolah-olah seperti kejadian sebenarnya, sehingga dapat terlihat apakah SOP sudah berjalan dengan baik ataukah ada yang harus menyesuaikan," ungkap Hari Adi Purnomo, S.H. sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Ditunjuk sebagai SMC adalah I Made Junetra, S.H. yang dimana jabatannya sebagai Kepala Sub Bagian Umum. Uji praktek pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Agung ditempatkan di lahan kosong depan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. 

Dalam uji tersebut tim SAR yang siaga di Posko Tanah Ampo terus menerus menerima permintaan evakuasi baik dari instansi terkait ataupun masyarakat langsung. Pada kesempatan kali ini, tim uji dari Basarnas Pusat benar-benar memantau dan mengecek langsung alur proses operasi SAR penanganan erupsi. Tim penguji sudah dibagi dalam tugasnya masing-masing untuk memberikan penilaian serta melakukan check list di masing-masing posko yang didirikan. 

Uji pelaksanaan Pencarian dan Pertolongan berlangsung sampai dengan pukul 14.15 Wita. Tercatat dalam data Posko SAR Tanah Ampo, sebanyak 254 orang telah dievakuasi Basarnas. Sementara jumlah total yang telah mengungsi berjumlah 873 orang, termasuk diantaranya 5 orang WNA. Ada beberapa korban yang alami cedera dan mendapatkan penanganan medis. Selama berjalannya kegiatan mengerahkan 3 unit truk angkut personil, 1unit rescue car type 1, 1 unit mobil komunikasi, 1 unit ambulance, 1 unit kendaraan peralatan milik Polda Bali. 

Di tempat berbeda tim SAR Basarnas Bali diuji tentang pergerakan Alut SAR dalam skenario penyelamatan warga yang terjebak di Nusa Penida karena gempa susulan erupsi Gunung Agung. RIB yang berada di Pelabuhan Benoa bergerak melakukan evakuasi, melibatkan tim rescue dan ABK KN SAR Arjuna 229.

Dari skenario yang ada, turut melibatkan potensi SAR dari BPBD, SAR Samapta Polda Bali, PMI, BMKG dan Relawan Radio 115. Usai giat tersebut, seluruh peserta melakukan briefing yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas, Agus Haryono, S.S., MBA. Ia menyampaikan bahwa secara keseluruhan kegiatan telah berjalan baik dan akan kembali dilakukan evaluasi bersama-sama. "Harus ada kesamaan persepsi dan pengetahuan tentang prosedur, sehingga semuanya yang hadir di sini menjadi lebih paham alurnya seperti apa, dan ini juga menjadi pertimbangan untuk di Basarnas Pusat," imbuh Haryono. (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : Daru Nugroho
20 December 16:25 WIB