Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Lagi, Tim SAR Evakuasi 1 Korban di Rempek


LOMBOK - Tim SAR kembali berhasil menemukan 1 jenazah di Dusun Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga, Sabtu (11/8/2018) siang pukul 11.10 WITA. Korban teridentifikasi bernama Ama Zadik (40), warga setempat. Sementara 1 korban lagi, diduga tertimbun tanah longsor, tidak jauh dari lokasi korban pertama. Laporan ada 2 orang tertimbun longsor tersebut diterima Posko Basarnas Jumat (10/8/2018) malam. "Sabtu pagi, setelah briefing, tim gabungan kami gerakan ke dua lokasi, masing-masing ke Dompu dan ke Rempek. Kebetulan, lokasinya satu jalur," terang SAR Mission Coordinator (SMC) I Nyoman Sidakarya. Dijelaskan, kondisi longsor di Rempek juga hampir sama dengan di Dompu. Akses ke lokasi sangat sulit, covered area atau skala longsoran yang luas, dan jaringan komunikasi. Jumlah personil yang diberangkatkan dari Posko Basarnas sebanyak 101 personil, gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan potensi SAR dari unsur elemen masyarakat. Jumlah tersebut dipastikan bertambah karena banyak potensi yang akan bergabung dan berkoordinasi langsung di lokasi pencarian.

IMG-20180811-WA0063.jpg

Target operasi adalah meluruhkan longsoran tanah menggunakan 3 mesin penyemprot air (alkon), dimana salah satunya dukungan peralatan berupa portable apung, selang dan nozle, serta selang 3 rol milik Hotel The Obiroi Lombok yang memiliki semburan lebih besar untuk menggerus longsoran yang diduga menimbun keempat korban. Seperti diberitakan sebelumnya, tingkat kesulitan paling tinggi pada pelaksanaan operasi SAR gempa 7.0 SR di Lombok Utara berada di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan. Situasi dan kondisi medan begitu kompleks. Akses menuju lokasi terputus akibat jalan jembatan sungai ambruk. Tidak hanya itu, beberapa luas jalan juga tertimpa longsor dan menyisakan jalan setapak. Sementara di sebelah berupa tebing dan sebelah lagi jurang cukup dalam. Kondisi tersebut mengakibatkan kendaraan atau alat berat seperti eksavator tidak dapat mendekati lokasi kejadian. Tidak hanya itu, tim SAR juga harus jalan kaki sekitar 750 meter untuk sampai ke lokasi sambil membawa peralatan penyemprot air bersama-sama.

IMG-20180811-WA0064.jpg

Kondisi tersebut juga diperparah dengan kondisi tanah yang labil, dimana tanah pasir dengan tebing vertikal setinggi 30 meteran persis di atas lokasi operasi SAR. Tebing tersebut juga terdapat retakan-retakan yang berpotensi longsor jika ada gempa susulan. "Pada kondisi seperti ini, faktor safety benar-benar kami perhatikan," ungkap Direktur Operasi (DirOps) Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji didampingi SAR Mission Coordinator (SMC) I Nyoman Sudikarya di lokasi operasi. Seperti diberitakan sebelumnya, Tebing setinggi 30-an meter yang sebelumnya berjarak sekitar 25 meter dari rumah warga tersebut longsor dengan diameter memanjang sekitar 50 meter. Longsoran persis di bawah pondasi rumah warga sehingga rumah tersebut terlihat menempel di bibir tebing. Informasi dari keluarga korban dan kepala dusun serta masyarakat dusun setempat, ada 4 korban yang diduga terbawa dan tertimbun tanah longsor tersebut. Korban bernama Hendra (33), pegawai hononer di Kabupaten Lombok Utara dan dua anaknya, masing-masing berumur 9 tahun dan adiknya yang baru berumur 1 tahun 7 bulan. Sementara satu korban lagi adalah tetangga dekat korban. Keempat korban, sejak gempa 7.0 SR hari Minggu (5/8/2018) malam terjadi hingga saat ini tidak pulang dan dinyatakan hilang dengan dugaan kuat tertimbun tanah longsor. (bert/eaw)



Kategori Berita Kansar , General Berita , Bencana Nasional .
Pengunggah : nita
11 August 5:10 WIB