Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Pencarian Tiga Korban Longsor Di Bogor Resmi Ditutup, BASARNAS Siaga Pemantauan


Bogor, 12 Januari 2020 - Pencarian tiga korban longsor di Kab. Bogor memasuki hari ke 11 pencarian. Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian pada pukul 08.00 WIB dengan 95 personil Tim SAR Gabungan, namun pencarian masih nihil. 

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah S.Sos  selaku SMC (SAR Mission Coordinator) resmi menutup operasi SAR pencarian tiga korban tertimbun pasca banjir bandang dan tanah longsor di Ds. Harkatjaya Kec. Sukajaya Kab. Bogor pada apel sore gabungan pada pukul 17.00 WIB di hadapan seluruh unsur SAR yang terlibat.

"Kami mengucapakan banyak terimakasih sebesar besarnya kepada seluruh unsur SAR yang telah mengikuti jalannya operasi SAR selama 11 hari pencarian 3 korban tertimbun longsor" Deden Ridwansah. 

Operasi SAR dinilai sudah tida efektif dan melewati berbagai pertimbangan. 

"Selaku SMC dengan melakukan pertimbangan dan diskusi bersama OSC dan asistensi dari kantor Pusat Basarnas mengamati kondisi operasi SAR yang kurang efektif karena tidak ditemukan lagi tanda tanda penemuan korban serta juga mempertimbangkan kondisi personil" Deden Ridwansah. 

Operasi SAR ini juga di pantau langsung oleh Kepala Sub  Direktorat RPDO Basarnas, Agus Haryono. Beliau juga menyampaikan kondisi medan dan cuaca menjadi kendala dalam operasi ini.

"Kondisi medan, ketebalan lumpur yang cukup menyulitkan tim SAR sehingga menyebabkan operasi ini kurang juga menemukan titik temu. Ditambah lagi dengan akses alat berat yang tidak bisa masuk ke dalam lokasi kejadian" Kepala Sub  Direktorat RPDO (Rencana Pengendali Operasi) Basarnas Pusat, Agus Haryono.

Agus menilai Tim SAR Gabungan  sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, professional, sinergi, tetap bekerjasama serta militansinya yang tidak di ragukan lagi.

Walaupun operasi SAR ditutup, khusus untuk Basarnas melakukan operasi siaga pemantauan. 

"Khusus basarnas, kita tetap melakukan operasi siaga pemantauan. Barangkali ada 
Keluarga yang melihat tanda tanda korban tp enggan untuk mengevakuasi bisa menghubungi basarnas untuk melakukan evakuasi, kami siap dan siaga" Deden Ridwandah. 

Diakhir apel Gabungan, Deden berharap seluruh tim SAR Gabungan tetap solid dan selalu bergandengan dalam misi kemanusiaan. 

"Mudah mudahan apa yg telah kita lakukan bisa dicatat menjadi amal ibadah" Tutup Deden.



Kategori General Artikel , General Berita , Bencana .
Pengunggah : Bandungadmin
12 January 0:00 WIB