Basarnas Dukung Sinergi Pemerintah dalam Penguatan Sektor Pariwisata Nasional 2026

Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pariwisata nasional melalui peningkatan kesiapsiagaan dan layanan pencarian serta pertolongan di kawasan destinasi wisata. Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pariwisata yang diselenggarakan di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1).

Rakor pariwisata ini dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, termasuk Basarnas.

Dalam rakor tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan target ambisius sektor pariwisata tahun 2026 sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendukung target tersebut, aspek keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi perhatian utama, khususnya di destinasi wisata alam, bahari, dan daerah rawan bencana.

Kepala Basarnas menegaskan bahwa Basarnas siap bersinergi dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan sistem pencarian dan pertolongan di kawasan pariwisata. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana SAR, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.


“Keselamatan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan citra positif pariwisata Indonesia. Basarnas berkomitmen memberikan respons cepat dan profesional dalam setiap operasi SAR, khususnya di destinasi wisata,” ujar Kabasarnas.

Lebih lanjut, Basarnas juga mendorong upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat dan pelaku usaha pariwisata, serta pemetaan potensi risiko di lokasi wisata strategis.