Perkuat SDM Unggul 2026, Basarnas Hadiri Rakor Pelayanan Kepemudaan Kemenpora
Jakarta – Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris Achadi menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor tentang Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Selasa (20/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mensinkronkan program pusat dan daerah guna menghadapi tantangan pemuda di tengah dinamika global.
Acara dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Yohan, yang membacakan arahan Erick Thohir selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dalam arahannya, Menpora menekankan bahwa pelayanan kepemudaan adalah fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional yang harus dikelola secara terintegrasi.

Dalam paparan substansinya, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan mengungkapkan bahwa meski capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) nasional telah melampaui target, sejumlah indikator strategis masih memerlukan perhatian serius.
"Kita masih menghadapi tantangan pada tingginya angka NEET (Not in Education, Employment, or Training), rendahnya rasio wirausaha, serta maraknya perilaku berisiko seperti judi online, cyberbullying, dan penyalahgunaan NAPZA. Tahun 2026, Kemenpora fokus pada penguatan karakter melalui Youth Camp, magang pemuda, dan pencegahan perilaku berisiko dengan kolaborasi pentahelix," ujar Deputi.
Sestama Basarnas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kemenpora. Menurutnya, penguatan karakter nasional dan pencarian jati diri bangsa memerlukan potret besar dari kegiatan yang telah dilakukan oleh seluruh K/L.

"Basarnas telah berkontribusi melalui pembangunan soft skill dan hard skill bagi CPNS serta program SAR Goes to School. Kami siap berkolaborasi agar kegiatan-kegiatan ini terintegrasi dalam skema nasional," ungkap Sestama.
Merespons masukan tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan mengajak Basarnas dan lembaga lainnya untuk terlibat aktif dalam pengayaan kurikulum karakter yang tengah disusun Kemenpora.
Rakor ini menyepakati tiga langkah strategis, yaitu penguatan koordinasi yang berkaitan dengan mempererat sinergi lintas K/L dan pemerintah daerah. integrasi data dengan membangun satu data pemuda nasional yang akurat. dan sinkronisasi program yang dapat memastikan agenda penguatan karakter dan produktivitas pemuda berjalan efektif dari pusat hingga ke tingkat daerah. Melalui koordinasi ini, diharapkan pemuda Indonesia tahun 2026 mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing global.