SAR Goes to School di Kota Malang, Upaya Bangun Kesadaran Keselamatan Diri Generasi Muda
Malang – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sukses menyelenggarakan kegiatan "SAR Goes to School" (SGTS) untuk pertama kalinya di Kota Malang sebagai upaya meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar melalui simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Acara berlangsung di SMPN 3 Malang, Rabu (17/09).
SGTS ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi Basarnas secara lebih dekat kepada generasi muda, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri dan lingkungan sejak dini.

Kegiatan diikuti sekitar 300 siswa yang terdiri dari kelas VII SMPN 3 Malang dan perwakilan siswa SMAN 8 Malang. Seluruh peserta di hari sebelumnya, Selasa (16/09), telah menerima pembekalan materi dasar yakni mengenai tugas dan fungsi Basarnas, penyuluhan terkait kedaruratan, teknik pemindahan korban, penanganan perdarahan, hingga penanganan korban dengan cedera patah tulang.
Selain teori, para peserta juga melakukan praktik di dalam kelas dan disimulasikan bersama seluruh warga di lingkungan sekolah SMPN 3 Malang. Seluruh murid dan guru dengan antusias mengikuti simulasi.

Direktur Bina Potensi Basarnas, Agus Haryono, menyampaikan bahwa kegiatan “SAR Goes to School” bukan hanya sebatas penyuluhan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat, khususnya generasi muda.
"Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya," pungkasnya.
Simulasi yang digelar merupakan uji coba dari rencana kontinjensi yang telah disusun bersama pihak sekolah. Rencana tersebut berisi alur dan prosedur tindakan yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa saat menghadapi berbagai kedaruratan, mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga kecelakaan lainnya.Kegiatan ini bersamaan dengan peluncuran program Sekolah Literasi SAR yang menyasar para pelajar di Jawa Timur dengan tujuan menggugah budaya siaga bencana yang seharusnya dimulai sejak usia dini.

SMPN 3 Malang bersama SMAN 8 Malang terpilih menjadi pilot project untuk program ini di Jawa Timur. Nantinya, program ini akan diperluas ke seluruh sekolah di provinsi tersebut melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Bina Potensi Kantor Pusat Basarnas, Kantor SAR Surabaya serta Forum Komunikasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Malang Raya (FKP3-MR).