Workshop Implementasi dan Rencana Aksi Keselamatan Pelayaran, Tingkatkan Kesiapsiagaan SAR pada Moda Transportasi Laut

Jakarta - Sebagai wujud nyata dalam meningkatkan pemahaman lintas Kementerian/Lembaga dan operator pelayaran terhadap urgensi penerapan sistem keselamatan di bidang pelayaran, Basarnas  menggelar Workshop “Implementasi dan Rencana Aksi Bersama Keselamatan Pelayaran”. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Serbaguna Dono Indarto Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Kamis (16/10).

Workshop ini merupakan salah satu upaya penguatan regulasi dan prosedur keselamatan pelayaran melalui kerja sama antara otoritas Search and Rescue (SAR) dengan operator kapal penumpang. Selain itu kegiatan ini merupakan strategi dalam meningkatkan kesiapsiagaan SAR di bidang pelayaran. Karena untuk menjamin keselamatan pelayaran, suatu negara harus hadir melalui kementerian atau lembaga pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi di bidang maritim.

Hasil audit IMO Member State Audit Scheme (IMSAS) dari International Maritime Organization (IMO) hingga tahun 2024 menyoroti bahwa pemenuhan standar pelayanan SAR di Indonesia perlu ditingkatkan. Secara spesifik, ditemukan adanya kelemahan dalam kerja sama antara otoritas SAR dengan kapal penumpang.

Data aplikasi Quick Response (QR SAR) Basarnas telah tercatat bahwa kecelakaan kapal pada tahun 2023 telah terjadi 850 kejadian, tahun 2024 meningkat menjadi 869 kejadian, dan sampai dengan semester satu tahun 2025 sebanyak 450 kejadian kecelakaan kapal.

Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan, Moh. Barokna Haulah menyampaikan bahwa perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan SAR serta koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait, dalam menangani kedaruratan di wilayah perairan Indonesia. Kesiapsiagaan ini tidak bisa dilakukan secara sektoral atau sendiri – sendiri, tetapi diperlukan kolaborasi yang solid antar instansi terkait.

“Melalui workshop ini, diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antar-instansi dan operator pelayaran dalam meningkatkan kesiapsiagaan SAR pada moda transportasi laut di Indonesia,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), Pengamat Maritim dari IKAL Strategic Center, PT PELNI, dan PT ASDP Indonesia Ferry.