Basarnas Gelar Workshop Komunikasi Inklusif pada Situasi Darurat dan Bencana dengan Penyandang Disabilitas

Jakarta – Basarnas menggelar Workshop Komunikasi Inklusif dengan Penyandang Disabilitas dalam Pelaksanaan Operasi SAR, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Operasi Kemanusiaan yang Inklusif dan Tanpa Batas dalam Menjamin Keselamatan Penyandang Disabilitas di Garda Terdepan”. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi inklusif dalam pelaksanaan operasi SAR, khususnya untuk rescuer saat berhadapan dengan penyandang disabilitas pada situasi darurat dan bencana.

Kegiatan workshop turut dihadiri oleh Michelle La Rue dari Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) selaku Transport Counsellor yang memberikan sambutan serta dukungan terhadap pelaksanaan agenda ini. Kehadiran ITSAP mencerminkan komitmen kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan.


Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris Achadi menekankan bahwa komunikasi inklusif merupakan elemen penting dalam operasional SAR modern.

“Melalui workshop ini, saya berharap komunikasi inklusif bukan sekadar tambahan keahlian, melainkan menjadi kebutuhan dasar dalam operasional SAR modern. Inklusi berarti memberikan akses dan perlakuan yang setara tanpa menghilangkan martabat individu,” ujarnya.

Basarnas berharap workshop ini mampu membekali para rescuer dengan perspektif dan pendekatan yang lebih humanis, sehingga pelaksanaan operasi SAR dapat menjamin keselamatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, secara optimal, aman, dan bermartabat.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari komunitas dan organisasi disabilitas, yaitu Doddy Kurniawan Kaliri selaku Ketua Difabel Siaga Bencana (DIFAGANA), Mahretta Maha dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), serta Elfiandi Nain dari DIFAGANA, yang berbagi pengalaman dan praktik komunikasi inklusif dalam konteks kebencanaan dan operasi SAR.