Basarnas Optimalkan Penyerapan Anggaran dan Siapkan Penguatan Program SAR Tahun 2026

Jakarta, 11 November 2025 — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan laporan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 serta rencana program dan kegiatan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI.

Dalam paparannya, Kepala Basarnas menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Basarnas memperoleh pagu anggaran sebesar Rp1,49 triliun. Dari jumlah tersebut, dilakukan efisiensi sebesar Rp409 miliar sebagai bagian dari kebijakan nasional penghematan belanja. Namun melalui beberapa kali relaksasi, pemblokiran anggaran berhasil ditekan hingga menyisakan Rp9,88 miliar.

“Kami memastikan bahwa efisiensi tidak mengurangi kinerja, terutama dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan pencarian dan pertolongan. Relaksasi anggaran kami arahkan untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana, sistem komunikasi, serta teknologi informasi SAR,” ujarnya.

Hingga November 2025, realisasi fisik anggaran Basarnas telah mencapai 79,04 persen. Kabasarnas menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga tingkat penyerapan anggaran agar tetap optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kesiapsiagaan dan kecepatan respon operasi.

Sepanjang Januari hingga November 2025, Basarnas telah melaksanakan 2.292 operasi SAR di seluruh Indonesia, dengan total 9.930 korban. Dari jumlah tersebut, 7.772 orang berhasil diselamatkan, 1.682 orang meninggal dunia, dan 476 orang masih dinyatakan hilang.

“Angka ini menggambarkan kerja keras dan dedikasi seluruh personel Basarnas yang terus siaga di lapangan, menghadapi berbagai situasi darurat untuk menyelamatkan nyawa manusia,” jelasnya.

Tahun 2026, Basarnas merencanakan peningkatan anggaran sebesar Rp397,9 miliar. Dana tambahan ini akan diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, serta memodernisasi sistem komunikasi dan teknologi informasi.

“Kami ingin memastikan seluruh unit SAR di daerah memiliki kemampuan dan peralatan yang memadai. Dengan dukungan sarana yang modern dan komunikasi yang kuat, setiap operasi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ungkap Kepala Basarnas.

Di akhir paparannya, Kepala Basarnas menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat profesionalisme, kapasitas sumber daya manusia, dan sinergi dengan berbagai pihak.