Kunjungan ICAO ke RCC Indonesia
Jakarta, 14 Agustus 2025 — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerima kunjungan dari tim International Civil Aviation Organization (ICAO) Combined Action Team (CAT) Technical Assistance Mission dalam rangkaian program asistensi peningkatan kapabilitas pengawasan keselamatan penerbangan sipil Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan Indonesia menghadapi ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme (ICAO USOAP), sebuah audit internasional yang menilai kemampuan negara anggota ICAO dalam menjalankan pengawasan keselamatan penerbangan.

Misi ICAO CAT yang berlangsung pada 11–15 Agustus 2025 ini tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis, tetapi juga mencakup industry visit untuk mengamati langsung implementasi standar keselamatan oleh operator penerbangan di Indonesia. Khusus untuk sektor Air Navigation Services (ANS), kunjungan lapangan dilaksanakan di Rescue Coordination Center (RCC) yang berlokasi di Basarnas Command Center (BCC), Kamis (14/8).
Dalam kunjungan tersebut, Auditor ICAO, Ms. Zhou Ying, menegaskan pentingnya pengawasan keselamatan penerbangan yang sesuai dengan standar internasional yang telah ditetapkan ICAO. Auditor ICAO menjelaskan bahwa personel RCC memegang peranan vital dalam proses penyelamatan dan harus memiliki kompetensi yang mumpuni.

“Petugas RCC perlu menguasai bahasa Inggris, radiotelephony penerbangan, serta kompetensi lain yang tercantum dalam IAMSAR Manual. Kesiapan ini sangat penting untuk memastikan koordinasi penyelamatan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” ujar Ms. Zhou.
Kunjungan ini memberikan gambaran langsung bagi ICAO terkait penerapan prosedur keselamatan dan kesiapsiagaan RCC dalam menangani insiden atau kecelakaan penerbangan. Hasil pengamatan ini akan menjadi masukan berharga bagi upaya peningkatan sistem keselamatan penerbangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi audit ICAO USOAP mendatang.

Melalui misi ini, diharapkan kolaborasi antara ICAO dan Indonesia dapat semakin memperkuat standar keselamatan penerbangan, meningkatkan kapasitas personel, dan memastikan bahwa layanan navigasi udara serta operasi penyelamatan di tanah air selaras dengan praktik terbaik internasional.