Peningkatan Kesadaran Terhadap Penyandang Disabilitas
Australia Maritime Safety Authority (AMSA) menyelenggarakan pelatihan kesadaran disabilitas dalam pencarian dan pertolongan selama dua hari, 21-22 Mei 2025. Kegiatan yang difasilitasi oleh Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Basarnas melibatkan perwakilan dari masing-masing unit kerja di Kantor Pusat Basarnas, Balai Pelatihan SDM PP, dan Kantor SAR Jakarta sebagai peserta.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tim SAR dalam menangani situasi darurat yang melibatkan individu dengan penyandang disabilitas.
Sekretaris Utama Abdul Haris Achadi mengatakan, disabilitas bukanlah kaum yang tidak mampu dan bukan untuk dihindari ataupun dibeda-bedakan.
"Kita harus menghindari stigma negatif maupun asumsi bahwa penyandang disabilitas adalah kaum yang tidak mampu, beri mereka peluang sebesar-besarnya untuk menunjukkan kemampuannya. Dengan keterbatasan mereka justru membuat kita tersadar ada kelebihan mereka yang tidak kita miliki," ujarnya dalam sambutan pembukaan, Rabu (21/5).

Selama dua hari seluruh peserta melakukan diskusi interaktif bersama narasumber yang merupakan penyandang disabilitas berprestasi. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara berinteraksi dengan penuh rasa hormat kepada penyandang disabilitas atau inisiatif penyadaran yang mengomunikasikan bahwa disabilitas adalah bagian alami dan normal dari pengalaman manusia.
Namira, salah satu narasumber dengan disabilitas intelektual menjelaskan jika individu seperti mereka berada dalam kondisi darurat, hal yang harus dilakukan untuk menolongnya adalah dengan menarik tangan mereka dan memberitahu secara perlahan. Sementara Annisa Rahmania penyandang disabilitas tuli, memiliki cara yang berbeda yakni dengan menepuk pundak.
