RDP Persiapan Arus Mudik Lebaran 1446 H/ 2025
Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kabagops Korlantas Kombes Pol Aries Syahbudin mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025). Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi V DPR RI Lasarus membahas kesiapan infrastruktur dan transportasi mudik Lebaran 1446 H/ 2025.
Pada kesempatan ini Kepala Basarnas menyampaikan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik , dan mengantisipasi potensi kedaruratan akibat kecelakaan maupun bencana alam, Basarnas akan melaksanakan Siaga SAR Khusus Lebaran 1446 H/ 2025 selama 17 hari dari tanggal 24 Maret s.d. 9 April 2025.

“Untuk mengantisipasi puncak arus mudik dan balik, pelaksanaan Siaga SAR Khusus melibatkan personel dan alut baik di Kantor Pusat maupun seluruh Kantor SAR. Personel siaga yang ditugaskan meliputi rescuer, Basarnas Special Group, Kru Heli, ABK, Potensi SAR terlatih, serta personel pendukung lainnya,” jelas Kabasarnas.

Adapun kekuatan petugas Siaga SAR Khusus Lebaran 1446 H dari Kantor Pusat 138 personel, Kantor SAR 2.579 personel, Basarnas Special Group 57 personel, Kru Heli 25 personel, sertaPotensi SAR terlatih 21.486 personel.
Kabasarnas menambahkan guna merespon merespon kecelakaan yang terjadi di wilayah perairan/laut dengan cepat sesuai prinsip Quick Action, Basarnas menempatkan alut darat, laut, dan udara di lokasi–lokasi yang strategis.
“Alut laut akan disiagakan di pelabuhan dan penyeberangan di seluruh Indonesia yang menjadi jalur mudik warga selama Lebaran 1446 H/ 2025. Basarnas juga menyiagakan Helikopter Dauphin, AW139, dan Bolcow 105 guna mengantisipasi kebutuhan evakuasi medis udara terhadap korban kritis secara cepat apabila terjadi kemacetan ekstrim ataupun evakuasi korban yang berada di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui akses darat,” sambungnya.
Sebanyak 115 unit drone thermal juga disiagakan di pelabuhan, jalan tol, serta di tempat-tempat wisata. Penggunaan drone secara optimal diharapkan dapat membantu pemantauan potensi kedaruratan.