Upaya Basarnas Pastikan Kesiapan Sistem Keselamatan dan Evakuasi Darurat pada Transportasi Modern

Jakarta, [28/05/25] — Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI  Mohammad Syafii beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Depo MRT Jakarta dan Kantor PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam rangka memperkuat sinergi antari instansi dalam hal kesiapsiagaan dan penanganan kondisi darurat pada moda transportasi massal.


Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Basarnas untuk memastikan kesiapan sistem keselamatan dan evakuasi darurat pada infrastruktur transportasi modern yang beroperasi di wilayah perkotaan maupun antarwilayah.
Di Depo MRT Lebak Bulus, Kepala Basarnas beserta rombongan meninjau langsung sarana dan prasarana operasional MRT serta mendengarkan paparan mengenai sistem penanganan keadaan darurat yang diterapkan MRT, termasuk skenario evakuasi penumpang dari terowongan bawah tanah.

"Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kesiapan transportasi publik dalam menghadapi situasi darurat. Basarnas berkepentingan untuk menjalin koordinasi yang kuat dengan pengelola moda transportasi agar upaya penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," ujar Kepala Basarnas.

Setelah kunjungan ke Depo MRT, rombongan melanjutkan kunjungan ke KCIC. Di sana, Basarnas mendapatkan pemaparan mengenai sistem keselamatan dan operasional kereta cepat Jakarta–Bandung, termasuk tantangan unik dalam penanganan kondisi darurat di jalur kecepatan tinggi.

Direktur Utama KCIC menyambut baik kehadiran Kepala Basarnas dan menyampaikan pentingnya sinergi dengan instansi SAR nasional dalam menjamin keselamatan penumpang, terutama pada kondisi luar biasa seperti kecelakaan atau bencana alam.

Kepala Basarnas mengatakan bahwa tujuan kedatangannya ke KCIC selain untuk silaturahmi, juga memperkenalkan keberadaan Basarnas sebagai perpanjangan tangan negara untuk hadir di semua lini yang menjadi tanggung jawabnya. 

"Saat ini kami sedang menginventarisasi tugas-tugas kami kemudian seberapa jauh kita mampu bersinergi dengan seluruh potensi, baik pemerintahan maupun lembaga lain karena jika tugas itu dibebankan hanya kepada kami sendiri maka kami tidak akan sanggup mengingat luasnya wilayah Indonesia dan tingginya potensi kedaruratan," jelasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Basarnas dan operator transportasi modern dalam memperkuat sistem keselamatan nasional, sejalan dengan meningkatnya penggunaan moda transportasi massal yang aman dan andal.