Evaluasi Operasi SAR Bencana Aceh dan Sumatera, Kepala Basarnas Sampaikan Berbagai Tantangan di Lapangan
Jakarta – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (27/01/2026). Rapat kerja tersebut membahas pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan pascabencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Basarnas menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi SAR di lapangan dihadapkan pada berbagai tantangan signifikan, mulai dari terputusnya akses ke sejumlah wilayah terdampak, medan ekstrem dan sulit dijangkau, cuaca buruk berkepanjangan, keterbatasan aset udara, hingga adanya blank spot komunikasi yang menghambat koordinasi secara real time antarunsur.

Dari evaluasi operasi tersebut, Basarnas menilai perlunya penguatan sistem penanganan bencana secara menyeluruh, antara lain melalui pra-posisi logistik di wilayah rawan bencana, integrasi teknologi drone dengan tim darat dan unit K9, penguatan sistem komunikasi darurat, serta optimalisasi komando dan pengendalian terpadu berbasis sistem nasional terintegrasi.

“Bencana ini mengingatkan kita bahwa ancaman terhadap keselamatan rakyat dapat datang kapan saja dan melampaui kapasitas satu institusi. Keberhasilan penyelamatan nyawa membutuhkan dukungan kebijakan, penguatan regulasi, anggaran, serta penguatan kelembagaan yang berkelanjutan,” tegasnya.